Mengerti Kebutuhan
Kesehatan Anda

Kami mengerti kebutuhan kesehatan anda sekeluarga


Lebih Lanjut 

Kami Peduli
Kesehatan Anda

Percayakan pelayanan kesehatan Anda kepada kami, karena kami memberikan yang terbaik untuk kesehatan Anda

Lebih Lanjut



Masa Depan
Terencana

Pengembangan dan perbaikan yang berkesinambungan dalam mutu dan pelayanan sebagai landasan untuk perencanaan kedepan


Lebih Lanjut

Difteri, Penanganan dan pencegahan

DIFTERI

Pengertian

Difteri adalah suatu penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Corynebacterium Diphteriae

Klasifikasi difteri :

  1. Difteri hidung (nasal diphtheria) bila penderita menderita pilek dengan ingus yang bercampur darah.
  2. Difteri faring (pharingeal diphtheriae) tonsil dengan gejala radang akut tenggorokan, demam sampai dengan 38 derajat, nadi yang cepat, tampak lemah, nafas berbau, timbul pembengkakan kelenjar leher
  3. Difteri laring ( laryngo trachealdiphtheriae ) dengan gejala tidak bisa bersuara, sesak, nafas berbunyi, demam sangat tinggi sampai 40 derajat celsius, sangat lemah, kulit tampak kebiruan, pembengkakan kelenjar leher. Difteri jenis ini merupakan difteri paling berat karena bisa mengancam nyawa penderita akibat gagal nafas
  4. Difteri kutaneus (cutaneous diphtheriae) dan vaginal dengan gejala berupaluka mirip sariawan pada kulit dan vagina dengan pembentukan membrandiatasnya. Namun tidak seperti sariawan yang sangat nyeri, pada difteri, lukayang terjadi cenderung tidak terasa apa apa.

Komplikasi yang terjadi antara lain kerusakan jantung, yang bisa berlanjut menjadi gagal jantung, Kerusakan sistem saraf berupa kelumpuhan saraf  sehingga menyebabkan gerakan menjadi  tidak terkoordinasi. Kerusakan saraf bahkan bisa berakibat kelumpuhan, dan kerusakan ginjal

 

Penyebab Difteri

 

Penyebab penyakit difteri adalah Corynebacterium diphtheriae berbentuk batang gram positif, tidak berspora, bercampak atau kapsul. Infeksi oleh kuman sifatnya tidak invasive, tetapi kuman dapat mengeluarkan toxin, yaitu exotoxin

 

Tanda dan Gejala

  1. Panas lebih dari 38 °C
  2. Nyeri Telan
  3. Leher membengkak seperti leher sapi (Bullneck)
  4. Berupa membran khas terutama pada tonsil dan dinding faring dengan sifat membran : tebal, putih kelabu, sukar diangkat dan mudah berdarah

 

Medikasi

 

Tirah baring

 

Diet

Diet lunak atau sesuai kemampuan menelan dari pasien

 

Panduan pasien paska rawat inap

 

Obat

Konsumsi obat yang diberikan oleh dokter untuk perawatan di rumah secara teratur sesuai instruksi.

 

Aktivitas

  1. Istirahat beberapa hari untuk memulihkan keadaan
  2. Menghindari kegiatan fisik yang berlebihan

 

Pencegahan Difteri

 pencegahan paling efektif adalah dengan imunisasi bersamaan dengan tetanus dan pertusis (DPT) sebanyak tiga kali sejak bayi berumur dua bulan dengan selang penyuntikan satu – dua bulan. Pemberian imunisasi ini akan memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit difteri, pertusis dan tetanus dalam waktu bersamaan.

 

Kontrol  :

 Kontrol ke dokter Spesialis Penyakit Dalam ( dokter spesialis anak, jika pasien anak ) sesuai jadual yang telah ditentukan dokter.

 

Hal-hal yang harus diperhatikan

 Hubungi dokter anda / segera ke rumah sakit bila :

  1. Keluhan timbul sebelum jadual kontrol.
  2. Ada tanda-tanda alergi obat seperti merah pada kulit, gatal, bengkak pada mata dan bibir, sesak nafas.
  3. Badan panas, lemas, nyeri telan, terjadi penurunan kesadaran

MANAJEMEN NYERI

MANAJEMEN NYERI

Pengertian Nyeri       : Adalah suatu rasa yang tidak nyaman, baik ringan maupun berat.

CARA MENGATASI NYERI      :

  1. PEMBERIAN RELAKSASI NAFAS DALAM

Tujuan

  1. Mengurangi rasa nyeri.
  2. Merelaksasi otot dan memulihkan kecemasan
  3. Mengurangi kegiatan otot pernafasan yang tidak terkoordinasi
  4. Menurunkan frekwensi pernapasan
  5. Menurunkan beban kerja pernafasan
  6. Mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan oksigen.

Persiapan

  1. Alat
  2. Pengukuran waktu (jam)
  3. Pasien
  4. Memberi penjelasan tujuan dan alasan tindakan
  5. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin

Langkah-langkah

  1. Memberi intruksi kepada pasien
  2. Memberi contoh cara bernafas dalam
  3. Menganjurkan pasien menghirup nafas pelan-pelan, perawat menghitung 1-2
  4. Mengajurkan pasien mengeluarkan nafas secara berlahan, perawat menghitung 1-2
  5. Mengamati perkembangan gerakan dada dan perut
  6. Memperbaiki tekhnik bernafas pasien
  7. Mengulangi prosedur sampai 10 kali
  8. Setelah rileks, dapat nafas biasa.
  9. Evaluasi kemampuan pasien dalam melakukan prosedur nafas dalam

 

  1. DISTRAKSI
  • Distraksi adalah Pengaliham pada hal – hal lain sehingga lupa terhadap nyeri yang sedang dirasakan.
  • Contoh :
  1. Membayangkan hal – hal yang indah
  2. Membaca buku, koran sesuai yang disukai
  3. Mendengarkan musik, radio, dll

RS Baptis Kediri © 2017